Wagub Rano Karno Gandeng Gekrafs Ratakan Ekosistem Kreatif di Seluruh Jakarta
By Admin
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno/ Dok. Humas DKI
nusakini.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi mendorong pemerataan ekosistem ekonomi kreatif agar tidak hanya terpusat di kawasan Jakarta Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan saat beliau menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gekrafs DKI Jakarta di M Bloc Live House pada Sabtu (5/9/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai membutuhkan sinergi dengan Gekrafs untuk memetakan potensi kreatif di seluruh penjuru ibu kota. "Jika memaknai sebuah gerakan, tentu memerlukan tenaga yang besar," ujar Rano.
Ia menambahkan bahwa Jakarta terus berkembang pesat sehingga membutuhkan fokus ekstra dalam mengelola beragam subsektor ekonomi kreatif. "Pemprov DKI saat ini terus membenahi infrastruktur pendukung, tata kelola ruang publik, hingga berbagai aspek perizinan pertunjukan," jelasnya.
Lebih lanjut, kekuatan utama perekonomian Jakarta ke depan diyakini bertumpu pada sektor kreatif yang dikelola dengan baik. "Kekuatan Jakarta ada pada ekonomi kreatifnya," tegas wakil gubernur tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, menyoroti pentingnya akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual bagi para pelaku usaha. "Gekrafs mengusung pilar 4L, yakni Literasi, Lahirnya Pengusaha Baru, Luasnya Lapangan Kerja, dan Lestarinya Produk Kreatif," bebernya.
Ketua DPW Gekrafs DKI Jakarta, Farazandi Fidinansyah, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi menyambut perayaan usia kelima abad kota ini. "Selama tiga tahun masa kepengurusan ke depan, kami juga berkomitmen mendorong hadirnya Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif," tandasnya.
Berdasarkan catatan statistik pada triwulan kedua tahun 2026, ekonomi ibu kota berhasil tumbuh pada angka 5,52 persen. Pertumbuhan positif ini disebut menyumbang sekitar 16,15 persen terhadap total perputaran ekonomi berskala nasional.
Saat ini, sektor ekonomi kreatif diestimasi memberikan kontribusi sebesar 10,8 hingga 11,15 persen bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta. Angka yang cukup signifikan tersebut didominasi oleh pergerakan subsektor kuliner, industri fesyen, serta produksi film. (*)